5 Tips Packing Barang Pesanan Selamat Sampai Tujuan

Source Image : flickr.com

Waktu kirim paket tiba, dengan hati riang Agan mengantarkan paket tersebut untuk pelanggan setia Agan di toko online. Saat paket tersebut sampai ke pelanggan setia, Agan justru terkejut karena si pelanggan komplain barang yang diterimanya rusak. Tentu Agan langsung mengecek kebenaran berita tersebut dan mendapati bahwa kardus packing Agan sudah penyok dan terkoyak lantaran terlalu tipis. Padahal, barang yang Agan kirimkan rentan rusak.

Jika Agan masih mengalami kendala dalam proses packing dan menerima komplain karena barang yang diterima rusak dalam perjalanan, mungkin Agan perlu mengecek kembali, tipe produk yang dikemas. Jika produk yang dikemas adalah produk yang rentan untuk rusak, maka Agan perlu memperhitungkan kembali cara Agan packing produk tersebut.

Perlu diingat Gan, cara packing produk yang mudah rusak seperti peralatan elektronik, barang pecah belah (vas, mangkuk, pot, dsb.), atau barang lain seperti souvenir (kerajinan tangan) harus berbeda dengan cara packing produk lainnya. Peralatan elektronik misalnya, butuh lapisan lain yang dapat melindungi produk dari goncangan dan kerusakan.

(Baca juga: 3 Tips Packing Barang Pesanan Supaya Jualan Makin Lancar)

Jika packing produk dilakukan secara tepat, maka Agan dapat lebih yakin produk sampai ke tangan pembeli dengan aman. Dengan begitu, resiko pengembalian barang dapat Agan hindari.

Jika Agan ingin mengetahui tips untuk mengemas barang yang mudah rusak, kami telah mempersiapkan ulasannya. Yuk, kita simak:

Double Wall Cardboard

Sebelum mengemas paket, ada baiknya Agan mengetahui kualitas kardus yang akan dipakai untuk packing. Misalnya, kardus dalam kondisi yang baik, tidak rusak, tidak ada celah atau lubang, sobekan, tidak penyok, juga tidak terlalu tipis. Nggak mau kan, paketan rusak karena kesalahan memilih kardus?  

Bicara tentang kualitas kardus pembungkus, Agan juga perlu tahu jenis kardus yang digunakan untuk mengemas berdasarkan ketebalannya. Agan dapat membedakan kardus menjadi 3 jenis, yaitu tipe single wall cardboard, double wall cardboard, dan triple wall cardboard.

Triple Wall Cardboard adalah yang paling tebal di antara ketiga jenis tersebut. Namun, jika barang yang dipaketkan tidak terlalu berat, penggunaan double wall cardboard sudah cukup untuk mengemas pesanan, Gan.  Double wall cardboard memiliki dua lapisan bergelombang di dalamnya untuk mencegah goncangan dan lebih tebal dari single wall cardboard.

Source Image : boxed-up.co.uk

Agan dapat menggunakan ini untuk kemasan luar dan bisa juga menambahkannya sebagai sekat pada bagian dalam kemasan. Penggunaan double wall cardboard sebagai sekat atau pun sebagai pelapis di dalam kemasan berfungsi untuk mencegah produk bergeser dan tergoncang saat dibawa.

H-Taping Method

Untuk merekatkan paket, Agan dapat menggunakan metode H-Taping. H-Taping adalah suatu metode perekatan paket dengan cara mengisolasi bagian tengah kemasan kemudian menambahkan isolasi di sisi kiri dan kanan hingga membentuk huruf “H”.

Tidak hanya pada bagian atas paket, tentunya hal ini juga harus dilakukan pada bagian bawah paket, ya Gan. Dengan demikian, paket produk Agan akan lebih aman dan tidak mudah terbuka saat pengiriman.

Source Image : purolator.com

Lakban Berkualitas

Selain menggunakan H Taping Method, Agan juga perlu menggunakan lakban yang berkualitas baik. Ini berfungsi menjaga keamanan barang agar tidak mudah terjatuh atau terbuka dari kemasannya saat dibawa. Lakban berkualitas baik sangat rekat dan tidak mudah lepas, sehingga paket dapat terbungkus lebih rapat.

Source Image : commons.wikimedia.org

Double Packing

Jika khawatir produk yang dikirimkan akan rusak dan tidak tahan terhadap tekanan, Agan dapat menggunakan metode Double packing atau packing ganda. Caranya, dengan memasukkan pesanan yang sudah dikemas ke dalam kemasan lain yang lebih besar.

Tentunya, di dalam kemasan yang besar, Agan dapat memasukkan pelapis atau perantara lain seperti busa atau styrofoam untuk mengurangi efek goncangan pada kemasan utama. Tapi sebaiknya, ukuran kotak pembungkus luar jangan terlalu besar, ya Gan. Ini untuk menghindari adanya ruang yang kosong antara kotak dalam dan luar. Kalau beda ukuran antara kotak luar dan dalam terlalu besar, otomatis ruang untuk paket Agan lebih banyak. Meski sudah diisi busa, paket tetap mudah tergoncang.

Source Image : nedcc.org

Bubble wrap, styrofoam atau kayu

Source Image : rajapack.nl

Jika produk yang akan dikirim rentan terhadap goncangan, tekanan, atau pun benturan, Agan dapat menggunakan bubble wrap atau styrofoam sebagai pelapis produk. Penggunaan bubble wrap atau styrofoam biasa digunakan untuk membungkus barang-barang elektronik dan barang pecah belah. Jika Agan pernah membeli Laptop, Agan akan menemukan styrofoam di sisi kiri dan kanan laptop yang telah di ukur sesuai dengan kemasan luar, supaya produk tidak terbentur saat ada goncangan. Agan dapat menggunakan cara yang sama pada produk Agan.

Agan juga dapat menggunakan bubble wrap sebagai pelapis produk sebelum dimasukkan ke dalam kemasan. Bubble wrap sendiri adalah plastik pelapis yang memiliki gelembung-gelembung berisi udara kecil yang menyerupai balon. Gelembung udara inilah yang berfungsi mengurangi efek benturan atau goncangan pada produk Agan.

Untuk pengiriman paket yang memiliki volume besar dan berat serta sangat rentan mengalami kerusakan, ada baiknya Agan menggunakan kayu sebagai kemasan luar. Jika Agan belum cukup terlatih dalam mengemas menggunakan peti kayu, Agan dapat menggunakan jasa peti kemas yang disediakan oleh kurir.

Labelling amp Marking

Bukan hanya paket pada produk biasa saja, paket produk yang mudah rusak juga perlu labeling yang baik, Gan. Jika Agan menggunakan kardus bekas, pastikan semua tempelan label dan penanda sebelumnya dibersihkan.  Rekatkan label baru pada permukaan kardus yang paling luas, sehingga barcode tetap merata dan tepinya tidak terlipat

Source Image : pixabay.com

Jangan lupa juga menempelkan label “Fragile” untuk menandakan jika barang Agan mudah rusak. Dengan begini, kurir akan lebih berhati-hati dalam menangani paketan yang akan dikirimkan.

Source Image : pixabay.com

Packing barang yang baik adalah salah satu faktor yang membuat produk pesanan sampai dengan aman ke tangan pembeli. Tak hanya menerima barang secara utuh, melalui packing yang baik, citra penjual melalui pelayanan yang baik juga dapat terbentuk.

Produk yang rentan mengalami kerusakan tentu memerlukan perilaku packing yang berbeda. Produk yang rentan rusak perlu mendapatkan perlindungan tambahan yang dapat menghindarkan kemungkinan rusak saat pengiriman, misalnya dengan styrofoam, double packing, atau pun penggunaan bubble wrap.

Dengan membaca ulasan mengenai tips yang kami berikan di atas, Agan dapat meningkatkan pelayanan Agan kepada pelanggan dari sisi packing produk. Semoga Membantu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *